Buku Tamu

Kamis, 03 Juni 2010

Bajaj Pulsar 135 LS " siiip Buanget "


PT. Bajaj Auto Indonesia (BAI) meluncurkan Pulsar 135 LS, yang hanya berkapasitas mesin 135 cc. Sehingga dengan mesin kecil bodinya menjadi ringan, membuat motor ini dijuluki Light Sport. Benarkah?

Dari tampilan, Pulsar 135 LS mulai keluar dari tradisi generasi Pulsar lainnya yang jauh lebih besar kapasitas mesinnya. Terutama untuk desain kepalanya yang lebih fashionable.

Begitu juga pada desain tangki dan sayap, yang seirama mengalir sampai pada bagian burintannya yang melancip, menjadikan Pulsar 135 LS sangat menggoda dari tampilannya.


Spesifikasi teknis

Tipe
motor sport
Mesin
DTS-i, 4 klep SOHC
Kapasitas mesin
134,66 cc
Tenaga maksimum
13,5 hp
Torsi puncak
11,4 Nm
Kecepatan maksimal 120 km per jam
Berat
122 kg
Harga
Rp 14,7 juta

Bagaimana dengan performa mesinnya? Masih mengusung teknologi DTS-i atau dua busi, ditambah dengan konfigurasi 4 klep SOHC, membuat mesin motor ini padat.

Hasilnya tentu terjawab ketika selonsong gas mulai dipelintir. Pulsar 135 LS menawarkan akselarasi yang ringan dan responsif, terlebih dengan dukungan 5-speed transmisi manualnya.

Akan tetapi, handlingnya sedikit kaku bila harus mencari-cari celah diantara padatnya kemacetan kota, meskipun pada kecepatan tinggi, Pulsar 135 LS tetap memberikan kestabilan yang cukup untuk motor sekelasnya.

Suspensi depannya memang cukup lembut, namun sepertinya PT BAI luput memperhatikan posisi plat nomor yang terlalu dekat dengan spakboar roda depan. Sehingga ketika mengerem, plat nomor mentok dan lama-lama bisa menggores permukaan spakboard.

Namun, bagi penggila motor sport, apalagi yang ringkas dan berharga miring, sepertinya banderol seharga Rp 14,7 juta yang ditawarkan untuk menebus Pulsar 135 LS cukup rasional.

Selasa, 25 Mei 2010

Saat Menkes dikerjai " Hujan "


Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih (55) tampak sibuk menata tatanan rambutnya. Ia pun meminjam sisir kepada stafnya untuk menyisir kembali rambut pendeknya itu sebelum tampil di depan kamera.

"Eh, rambutku kacau nggak?" tanya Menkes kepada stafnya itu di ruangan jumpa pers Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (25/5/2010) sore kemarin.

Penampilan rambut alumni FKUI ini memang sedikit berubah. Gara-garanya, ia nekat berlomba dengan hujan yang mulai turun saat ia menyeberang ke ruangan jumpa pers. Sebelumnya, Menkes mengikuti pembukaan Munas Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Gedung II.

Tidak hanya rambut, kebaya Menkes yang berwarna ungu itu juga sedikit basah. Kacamatanya pun ikut terkena percikan air, sehingga harus dilapnya beberapa kali sambil menunggu konferensi pers dimulai.

"Aduh, hujan, ya?" keluh perempuan yang meraih gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat dari Universitas Harvard ini.

Setelah semuanya siap, Menkes mulai berbicara kepada wartawan. Ia ditanya mengenai sejumlah hal, namun lebih fokus soal Rancangan Undang-undang Keperawatan dan kasus Misran, mantri di pedalaman Kalimantan yang dipidana karena memberi obat pasien. Menkes ditemani oleh Ketua PPNI Achir Yani S Hamid dan seorang pemandu.

Jumpa pers selama sekitar 20 menit itu berlangsung hangat. Setelah dirasa cukup, Meskes lantas berjalan ke pintu keluar untuk meninggalkan ruangan. Namun, hujan rupanya bertambah deras dan percikannya sampai ke teras.

Menkes pun berniat mencari jalan untuk keluar lainnya. Ia melangkah menuju pintu yang berada pojokan ruangan. Alangkah kagetnya dia setelah membuka pintu dan mengetahui bahwa itu adalah toilet.

Tak ayal, kejadian tersebut mengundang tawa wartawan. Menkes pun tampak senyum-senyum. Akhirnya, dia keluar melalui pintu semula meski hujan belum reda.

Kamis, 20 Mei 2010

Refleksi 4 Tahun Pasca Gempa





21/05/2010 08:23:53 YOGYA (KR) - Serangkaian acara akan digelar pada refleksi 4 tahun pasca gempa. Kegiatan yang diselenggarakan Pemprov DIY dan Jateng bekerjasama dengan Java Reconstruction Fund (JRF) ini untuk mengkampanyekan semangat kemandirian masyarakat Yogya dan Jateng dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan menangani bencana.
Staff Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ir Bayudono kepada wartawan di Kepatihan, Rabu (20/5) mengatakan, gempa yang melanda DIY dan sebagian Jateng menjadi catatan sejarah. Banyak pembelajaran yang dapat dipetik dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi. “Semua itu penting dipelajari agar kita menjadi masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana,” katanya.
Rangkaian kegiatan yang mengusung tema ‘Empat Tahun Pasca Gempa: Tangguh Menuju Kemandirian Bersama’ diawali dengan Rally sepeda untuk mengkampanyekan kesiapsiagaan bencana dengan rute Yogya dan Bantul akan digelar Sabtu (22/5). Bersamaan dengan itu akan diresmikan sekretariat bersama (sekber) Heritage Kotagede. Selain itu, pameran pruduk UKM digelar di pelataran Saphir Square, Senin-Kamis (24-27/5). Produk yang ditampilkan antara lain batik, lurik, perhiasan, kerajinan perak, produk pertanian organik, inovasi produk olahan makanan dll.
Sedang pada puncak acara akan digelar malam tirakatan di benteng Vredeburg, Rabu (26/5) pukul 21.00 hingga tengah malam. Acara ini diikuti forum umat beragama, forum penanggulangan risiko bencana dan masyarakat luas.
Sugeng Santosa, wakil dari pemerintah Jateng mengatakan memperingati empat tahun pasca gempa akan digelar sepeda santai dan simulasi evakuasi bencana di Dusun Gantiwarno Klaten, Minggu (23/5). Selain itu digelar pula workshop pengurangan risiko bencana, lomba mewarnai untuk TK dan SD dan diakhiri fashion and art on street yang menampilkan produk lurik dan batik, Sabtu (29/5). (Ast)-a

Selasa, 18 Mei 2010

Gejala Batu Ginjal yang Harus Diketahui

Tidak selamanya batu ginjal menimbulkan gejala dan memaksa pasien untuk berobat. Batu ginjal yang kecil bahkan bisa keluar sendiri tanpa sedikitpun menimbulkan keluhan. Sebaliknya bila batu tersebut terlanjur besar dan tidak bisa melewati saluran kencing maka akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Rasa sakit tersebut timbul akibat air kencing yang terbendung menyebabkan saluran kencing meregang.

Berikut beberapa gejala yang bisa anda pakai pegangan untuk mengarahkan keluhan tersebut ke gejala batu ginjal :

* Rasa sakit yang luar biasa pada pinggang bawah baik satu sisi maupun keduanya.
* Nyeri dirasakan sampai ke pangkal paha.
* Terdapat darah pada air kencing.
* Rasa meriang atau demam seperti gejala flu.
* Mual dan muntah.
* Warna air kencing keruh.
* Bau air kencing yang lebih menyengat.
* Rasa panas atau terbakar saat kencing.

Gejala diatas sebenarnya tidak terlalu spesifik untuk menentukan adanya batu ginjal sebab gejala karena infeksi saluran kencing pun memberikan gejala yang serupa. Untuk itu diharapkan bila anda merasakan kumpulan gejala diatas, sebaiknya anda segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaannya dapat berupa pemeriksaan fisik, laboratorium dan foto ronsen atau USG.
pixelstats trackingpixel

Profil Sang Bintang " Sepak Bola "